MUARO JAMBI – Nggak sedikit warga Muaro Jambi yang hidupnya ditopang dari usaha makanan rumahan. Mulai dari keripik, kue kering, sampai sambal kemasan. Biar produknya makin aman dikonsumsi dan laku di pasaran, Dinas Kesehatan Muaro Jambi ngadain Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan khusus buat pelaku usaha PIRT.

Kegiatannya berlangsung dua hari, mulai dari 22 Mei sampai dengan 23 Mei 2026, di Grand Hotel Jambi . Puluhan pelaku usaha dari berbagai kecamatan hadir dengan semangat belajar. Ada yang bawa catatan, ada juga yang langsung tanya-tanya ke narasumber dari Kemenkes dan Badan POM.

“Ini penting banget. Banyak pelaku usaha PIRT kita yang udah jualan bertahun-tahun, tapi belum dapat pendampingan soal cara produksi yang baik. Padahal konsumen sekarang makin kritis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi Dr Aang saat membuka acara.

Menurut beliau, makanan yang enak aja nggak cukup. Keamanan dan kebersihannya harus dijamin, mulai dari cara nyimpen bahan baku, proses produksi, sampai kemasan dan labelnya. 

“Kami nggak mau masyarakat Muaro Jambi dirugikan karena kurangnya pengetahuan produsen. Lewat bintek ini, kami ingin ibu-ibu dan bapak-bapak pelaku usaha PIRT pulang bawa ilmu, bukan cuma sertifikat,” tambahnya dengan nada hangat.

Peserta diajak praktik langsung dan diskusi soal kendala yang sering mereka hadapi di lapangan. Mulai dari bahan baku yang cepat basi, sampai bingung cara bikin label yang sesuai aturan BPOM.

Suasananya cair dan kekeluargaan. Banyak yang cerita, awalnya mereka jualan cuma buat bantu ekonomi keluarga. Tapi setelah ikut bimtek, jadi paham kalau usaha kecil juga bisa naik kelas kalau mutunya dijaga.

Dinkes Muaro Jambi berharap, setelah kegiatan ini, produk PIRT lokal bisa lebih dipercaya konsumen. Nggak cuma aman dikonsumsi, tapi juga punya daya saing lebih tinggi.