JAMBI– Ratusan warga Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, mempertegas komitmen menjaga persatuan. Melalui Forum Rukun Tetangga se-Kelurahan Kenali Besar, warga menyatakan penolakan tegas terhadap intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan Tindak Pidana Terorisme atau TCC.
Pernyataan sikap itu disampaikan dalam pertemuan forum RT yang digelar Jumat (15/5/2026) di balai pertemuan warga. Kegiatan turut dihadiri AKP Sudiro bersama tim Densus 88 Antiteror Polri, Camat Alam Barajo, Babinkamtibmas,Babinsa, KUA Kecamatan Kota Baru, LPM, jajaran unsur pemerintahan dan masyarakat.
Ketua Forum RT Kelurahan Kenali Besar, Kgs Haris, mengatakan sikap tegas ini lahir dari keprihatinan warga terhadap ancaman perpecahan bangsa.
“Kami hidup berdampingan dengan damai selama puluhan tahun. Intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan TCC tidak punya tempat di Kenali Besar. Ini bentuk komitmen kami menjaga NKRI,” tegas Kgs Haris di hadapan puluhan ketua RT yang hadir.
Forum menilai paham-paham tersebut bertentangan dengan budaya gotong royong dan nilai adat Jambi yang mengutamakan musyawarah, mufakat, dan perdamaian.
Dalam sosialisasi, AKP Sudiro mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penyebaran paham radikal melalui media sosial dan pertemuan tertutup.
“TCC atau Tindak Pidana Terorisme adalah segala perbuatan kekerasan yang menimbulkan rasa takut dan bertujuan mengganggu keamanan negara. Sesuai UU No. 5 Tahun 2018, semua bentuknya harus kita cegah sejak dini,” jelas AKP Sudiro.
Tim Densus 88 juga menyampaikan peringatan terkait penggunaan game online sebagai sarana baru perekrutan kelompok ekstrem. Berdasarkan temuan Satgaswil Jambi, game seperti Roblox, GTA 5, Free Fire, dan PUBG tidak dilarang, namun sering dimanfaatkan jaringan ekstrem untuk mendekati anak dan remaja secara diam-diam.
“Game ini mengandung unsur kekerasan yang tidak boleh dicontoh. Orang tua harus awasi aktivitas anak, cek siapa teman bermainnya, dan diskusikan isi game yang dimainkan,” ujar AKP Sudiro.
Materi sosialisasi juga mencakup edukasi pengenalan jaringan kelompok radikal di Indonesia. Warga diimbau mewaspadai penyebaran paham dan simbol yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.
Tim Densus 88 mengajak warga membangun komunikasi aktif dengan RT, kelurahan, dan aparat keamanan. Warga diminta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Forum RT Kenali Besar menyatakan siap bersinergi penuh dengan kelurahan, kepolisian, TNI, dan seluruh unsur masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Sikap ini, kata Kgs Haris, sejalan dengan semboyan “NKRI Harga Mati” yang menjadi pegangan bersama masyarakat Kenali Besar.
“Keamanan bukan hanya tugas aparat. Warga, RT, dan tokoh masyarakat harus jadi garda terdepan menjaga kampung kita,” tutupnya.
Penulis:Junaidi

0 Komentar