MUARO JAMBI – Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan Muaro Jambi. Puluhan kepala sekolah yang baru beberapa hari dilantik tiba-tiba mengajukan pengunduran diri.


Kondisi ini langsung mendapat sorotan dari Ketua LMPP Muaro Jambi, BG Toha. Ia menilai tindakan itu mencederai sumpah dan komitmen seorang ASN.


“Maaf kalau salah, setahu saya seorang ASN sudah disumpah bersedia ditempatkan di mana saja. Koq sudah keluar SK malah mengundurkan diri? Kalau tidak salah bisa kena sanksi,” kata BG Toha.


Menurutnya, menjadi kepala sekolah artinya siap ditempatkan di mana pun pemerintah menugaskan. Ia menyayangkan sikap yang terkesan memilih-milih tempat tugas setelah SK turun.


“Kalau mau jadi kepala sekolah ya harus bersedia ditempatkan di mana saja. Jangan sok ngatur pemerintah. Waktu diangkat jadi PNS kan sudah bersedia ditempatkan di mana berada. Kalau nggak mau, masih banyak yang mau jadi PNS,” ujarnya.


BG Toha bahkan meminta Bupati Muaro Jambi turun tangan langsung dan memproses hukum para kepsek yang mundur dengan alasan tidak suka ditempatkan jauh.


“ Kita minta kepada Bupati  Muaro Jambi untuk segera ambil tindakan tegas terhadap kepala sekolah yang sudah mengundurkan diri cuma gegara tidak suka ditempatkan dimanapun berada atau jauh. Sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI dan sumpah jabatan PNS, bersedia ditempatkan dimanapun berada. Oleh karena itu kami meminta Bupati Muaro Jambi untuk segera proses secara hukum,” tegasnya.


Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Muaro Jambi terkait alasan pasti puluhan kepsek tersebut mengundurkan diri.