SEKERNAN – Minggu [31/5/2026] sore, Danau Tangkas pecah. Bukan karena hujan, tapi karena sorak ribuan warga yang memadati bibir danau.
Di tengah denting gendang dan teriakan “ayo dayung, ayo!”, Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, bersama Ketua TP-PKK Ririn Novianty, S.E. berdiri di tepian. Bukan sebagai pejabat, tapi sebagai penonton yang ikut hanyut dalam kemeriahan Lomba Perahu Tradisional Desa Tanjung Lanjut.
Unsur Forkopimda, Camat Sekernan, kepala desa, tokoh adat, sampai ibu-ibu jualan gorengan semua tumpah ruah di sana. Puluhan tim perahu dari berbagai desa beradu kecepatan. Otot menegang, dayung menghantam air, perahu melesat. Penonton Ikut condong ke depan tiap kali perahu favoritnya nyaris tersalip.
“Danau Tangkas ini permata wisata Muaro Jambi. Lomba perahu tradisional bukan cuma soal siapa paling cepat. Ini cara kita menjaga tradisi nenek moyang, sekaligus menggerakkan ekonomi warga lewat pariwisata dan UMKM,” kata Bupati Bambang dalam sambutannya, disambut tepuk tangan warga.
Bagi beliau, event seperti ini jawabannya sederhana budaya hidup, ekonomi jalan.
Dan beliau tak cuma bicara. Di sela lomba, Bupati bersama Forkopimda turun langsung ke bibir danau. Jabat tangan, foto bareng, kasih semangat ke pendayung yang basah kuyup tapi semangatnya nggak padam. Ririn Novianty juga ikut menyapa pedagang UMKM yang menjajakan ikan bakar, es kelapa, sampai kerajinan tangan.
“Pemkab Muaro Jambi akan terus benahi sarana dan prasarana di Danau Tangkas. Kita mau danau ini nggak cuma dikenal warga Jambi, tapi nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Dari pinggir danau, semangat itu terasa. Kekompakan tim pendayung, sportivitas antar desa, dan tawa warga yang sudah lama rindu pesta rakyat.
Danau Tangkas sore itu membuktikan satu hal kalau budaya dirawat, pariwisata tumbuh, dan warga bahagia.

0 Komentar