MUARO JAMBI – Rabu, 10/6/2026. Pagi di SD Negeri 099/IX Danau Kedap terasa istimewa. Ada tawa anak Kelas 1 yang sedang PAT, ada semangat guru, dan ada kehadiran Ibu Hariansyah, Pengawas Kecamatan.

Kunjungan kali ini fokus pada Monev PAT Kelas 1. Tapi yang terjadi bukan sekadar “memantau”. Yang terjadi adalah belajar bersama. Didampingi Pak Tarmizi selaku Kepala Sekolah, Ibu Hariansyah menghabiskan hari itu untuk menguatkan, bukan menakutkan.

Di ruang Kelas 1A, Ibu Hariansyah jongkok di samping meja siswa. Beliau sapa pelan, “Assalamualaikum nak, sudah sarapan belum? Soalnya gampang ya?” 

Anak-anak yang tadinya fokus nunduk, jadi berani senyum. Ada yang bisik, “Tadi soalnya tentang kucing Bu, saya suka kucing.”

Ibu Hariansyah lalu ngobrol dengan guru, “PAT itu cermin, Bu. Kita lihat anak sudah sejauh mana. Kalau ada yang belum bisa, berarti kita cari cara ngajar yang baru. Bukan berarti anaknya kurang.” Guru-guru mengangguk, rasanya lebih tenang.

Selesai pantau anak, giliran Pak Tarmizi. Ibu Hariansyah duduk bersama di ruang Kepsek. Buka program sekolah, lihat data siswa, ngobrol dari hati ke hati.

“Pak Tarmizi ini hebat. Bisa jaga semua anak tetap sekolah. Ini kerja yang nggak semua orang bisa. Yuk kita catat baik-baik, biar jadi inspirasi sekolah lain,” kata Ibu Hariansyah.

Pak Tarmizi tersenyum, “Terima kasih Bu. Masukan Ibu bikin kami lebih semangat benahi yang kurang.” Obrolannya hangat, kayak kakak adik, bukan atasan bawah“

Penutupnya KKG Guru Kelas 1. Ibu Hariansyah ngajak guru main peran. “Coba Bu, bayangkan Ibu jadi anak. Kalau disuruh nulis 1-10, mau nggak? Tapi kalau disuruh hitung permen, pasti mau kan?”

Ruang KKG pecah tawa. Guru praktek bikin soal dari cerita, dari lagu, dari gambar. Ilmu masuk, tapi caranya menyenangkan.

“Bu Pak... ingat ya. Anak Kelas 1 itu masih seperti kertas putih. Tugas kita bukan bikin kertasnya penuh tulisan. Tugas kita bikin anak senang pegang pensilnya dulu.”