MUARO JAMBI– Langit Bahar Selatan mendung Senin 15/6/2026. Tapi yang lebih berat dari mendung itu adalah isak tangis seorang ayah yang rumahnya baru saja ludes dilahap api.
Di teras rumah orang tuanya yang sempit, Halil Aziz duduk memeluk pakaian bekas sumbangan. Matanya sembab. Tangannya gemetar saat menerima amplop berisi donasi Rp14 juta dari Karang Taruna & Pemdes Adi Pura Kencana.
“Alhamdulillah saya nggak nyangka,” bisiknya pelan. Suaranya tercekat. “Di saat saya kehilangan segalanya di saat anak istri saya nggak punya tempat untuk pulang ternyata masih ada saudara yang mau peduli.”
Air matanya jatuh. Bukan karena Rp14 juta itu besar. Tapi karena di titik paling hancur dalam hidupnya, ia merasa tidak sendiri.
Kebakaran Selasa 9/6 lalu menghanguskan semua. Baju, ijazah anak, surat-surat, kasur tempat tidurnya. Yang tersisa hanya puing dan bara yang masih panas. Halil dan istri yang aslinya warga Adi Pura Kencana hanya bisa menatap dari kejauhan, karena saat kejadian mereka sedang di Riau melayat keluarga.
“Saya cuma bisa berdoa waktu itu. Ya Allah, kalau Engkau ambil rumahku titipkan aku orang-orang baik,” ucapnya sambil terisak.
Doa itu dijawab. Pemuda Karang Taruna Adi Pura Kencana ketok pintu rumah ke rumah. Nggak paksa. Nggak malu. “Untuk Bang Halil, Pak…” katanya. Dalam 3 hari terkumpul Rp14 juta + pakaian baru.
“Musibah nggak pilih siapa. Hari ini dia, besok bisa kita. Kalau bukan kita yang tolong, siapa lagi” kata Ketua Karang Taruna Sholikin, suaranya juga bergetar.
Kades H. Muhammad Basori menggenggam tangan Halil erat. “Bang, ini bukan banyak. Tapi ini dari hati kami. Rumah bisa dibangun lagi. Yang penting Bang Halil sama keluarga tetap kuat,” pesannya.
Halil hanya bisa mengangguk sambil menyeka air mata dengan ujung baju. “Uang ini untuk beli seng, untuk modal jualan istri lagi. Terima kasih… terima kasih ya Allah, masih kirim malaikat lewat tangan warga Adi Pura Kencana,” katanya.
Desa tetangga. Ikatan besan. Tapi yang mengikat lebih kuat dari itu,rasa kemanusiaan.
Dan malam ini, untuk pertama kalinya sejak rumahnya terbakar, Halil Aziz bisa tidur walau di lantai tapi dengan hati yang sedikit lebih hangat.

0 Komentar