SENGETI - Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi merilis Situation Report dampak kesehatan akibat Kebakaran Hutan dan Lahan - Karhutla periode 10-31 Agustus 2026.
Berdasarkan data dari 23 Puskesmas, tercatat 1.315 kasus penyakit terpantau akibat dampak asap karhutla.
Dari jumlah tersebut, ISPA menjadi kasus paling dominan dengan 1.143 kasus atau 86,9%. Disusul Diare 148 kasus - 11,3% dan Conjunctivitis 24 kasus - 1,8%.
"ISPA mencapai 1.143 kasus, menjadi kasus kesehatan yang paling dominan selama periode monitoring," kata Hardiyan sekretaris dinas kesehatan kabupaten Muaro .
Sementara itu, kualitas udara di Muaro Jambi sempat berada di level Berbahaya dengan ISPU 312 pada 25 Agustus 2026. Hingga 31 Agustus, kualitas udara membaik namun masih berada di kategori Tidak Sehat dengan ISPU 173.
Wilayah yang terdampak kualitas udara meliputi Kumpeh, Sekernan, Mestong, Sungai Gelam, Maro Sebo, Kumpeh Ulu. Pada 30 Agustus, Taman Rajo dan Jaluko juga tercatat terdampak.
Menyikapi peningkatan kasus tersebut, Sekretaris Dinkes Muaro Jambi Hardiyan memastikan seluruh Puskesmas sudah menerima distribusi masker dan obat
"Alhamdulillah, saat ini seluruh Puskesmas di Kabupaten Muaro Jambi sudah terpenuhi stok maskernya,serta obat obatan Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya.
Ia menambahkan, ketersediaan masker merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi 3 penyakit yang rawan saat pancaroba: ISPA, Diare, dan DBD.
Dinkes mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk, gunakan masker, dan segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan. Kelompok rentan seperti bayi, lansia, ibu hamil dan penderita penyakit kronis diminta lebih waspada.
-

0 Komentar