MUARO JAMBI - Kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi kembali memburuk dan masuk kategori berbahaya.
Berdasarkan data dari Stasiun AQMS atau SPKUA Muaro Jambi, indeks kualitas udara saat ini berada di angka 314. Kondisi ini dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta tingginya mobilitas debu di wilayah Muaro Jambi.
"Berdasarkan data Stasiun AQMS atau SPKUA Muaro Jambi indeks udara 314, dikategorikan berbahaya. Ini imbas dari karhutla dan mobilitas debu di Muaro Jambi. Ada beberapa tindakan yang harus diambil, salah satunya meliburkan anak sekolah dengan mengubah metode pembelajaran dari rumah atau daring. Ini biasanya semakin siang semakin meningkat, nanti sorenya baru turun lagi," ujar Refiandi, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.
Andi juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
"Saya menghimbau untuk masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar kalau tidak penting," kata Andi.
Ia menambahkan, jika anak-anak tetap dipaksakan untuk sekolah tatap muka di tengah kondisi udara seperti ini, dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan.
"Kalau anak-anak dipaksakan bisa berimbas nantinya akan berdampak kepada saluran pernapasan, sesak, dan berpotensi menyebabkan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)," lanjutnya.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan penyesuaian sementara kegiatan pemerintahan, pendidikan, pelayanan publik dan kegiatan lainnya yang berpotensi meningkatkan risiko bagi masyarakat apabila kondisi kualitas udara semakin memburuk. Selain itu, pembagian masker gratis dan sosialisasi agar masyarakat tetap di dalam rumah juga perlu digencarkan.

0 Komentar